pemicu kutil kelamin

Di Indonesia, remaja yang telah melakukan free sex atau seks bebas cukup banyak. Kondisi tersebut terlihat dari jumlah kehamilan di luar nikah yang cukup tinggi. Padahal, jika hal itu dibiarkan anak-anak remaja yang telah aktif seksual sejak muda akan rentan mengidap Human Pappilomavirus (HPV) virus penyebab kutil kelamin dan kanker serviks pada wanita.

Tak dipungkiri, sekitar 20 % remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan seks di luar nikah. Hal inilah yang akan mendorong cukup banyak remaja-remaja yang akan menderita infeksi menular seksual. Mengapa anak remaja sangat rentan terkena virus ini? Berikut penjelasan terkait mengenai kutil kelamin atau genital warts.

Penyebab

Kutil yang menyerang area kelamin disebabkan oleh HPV. HPV sangat rentan dialami oleh pria dan wanita yang aktif secara seksual. Terlebih, sekitar 360 ribu orang di dunia mengalami genital warts setiap tahunnya. Penyebabnya tak lain adalah hubungan seks di luar nikah dan seringnya bergonta-ganti pasangan seks.

HPV dapat menular melalui hubungan seks, baik itu seks kelamin, anal, dan oral. Virus HPV akan ditularkan oleh orang yang sudah tertular virus jenis ini. Sangat jarang ada penderita kutil kelamin yang mau mengakui jika dirinya memiliki kutil. Ia akan malu, dan tidak akan percaya diri. Sehingga ia akan menyimpan kondisi penyakitnya secara diam-diam.

Bagi mereka yang sering berganti-ganti pasangan seks, melakukan hubungan seks dengan orang yang tak jelas riwayat penyakit kelamin, dan seks tanpa pengaman menjadi pemicu penularan HPV. Bahkan virus ini dapat menular melalui mainan seks (seks toy).

Seorang wanita yang sudah terkena kutil yang disebabkan HPV, maka akan sangat rentan mengalami kanker serviks. Sehingga wanita yang pernah mengalami genital warts di sarankan untuk selalu melakukan pemeriksaan pap smear setiap tiga hingga enam bulan sekali.

Gejala

Pasti anda juga bertanya-tanya, apa saja gejala yang disebabkan dari virus HPV penyebab genital warts ini. Gejala pada umumnya sering terlihat secara kasat mata, dan juga beberapa gejala tidak terlihat secara kasat mata.

Namun biasanya akan tumbuh benjolan-benjolan disekitar area kelamin, anus, dan juga akan muncul di tenggorokan dan mulut apabila anda pernah melakukan seks oral dengan penderita HPV sehingga virus menyerang bagian mulut dan tenggorokan anda.

Benjolan-benjolan yang muncul akan memiliki warna kemerahan, dan abu-abu. Mulanya akan muncul hanya di satu titik. Lalu akan timbul benjolan disekitar titik yang sudah muncul, dan benjolan akan tumbuh cukup banyak sehingga akan terlihat cukup besar. Pertumbuhan benjolan tersebut, akan menyebabkan rasa gatal di area kelamin mirip dengan gejala herpes.

Pada pria, kutil akan tumbuh disekitar area ujung penis, batang penis, buah zakar, selangkangan, uretra, dan paha bagian atas. Sementara pada wanita, kutil akan muncul diarea dinding vagina, vulva, anus, area sekitar anus, leher rahim, dan didalam vagina. Apabila kutil tumbuh didalam vagina, maka harus dilihat menggunakan alat yang disebut dengan speculum.

pengobatan kuti kelamin

Pengobatan

Kutil kelamin tentunya visa diobati dengan beberapa jenis pengobatan yang umum dilakukan. Namun jika tidak diobati, maka virus akan terus menerus menggerogoti tubuh sepanjang hidup. Sehingga lebih baik virus diobati agar virus tidak menular kembali ke orang lain.

Ada beberapa jenis pengobatan yang biasa diresepkan oleh dokter untuk penderita genital warts, obat-obatan yang umum diberikan terdiri dari:

  • Imiquimod, untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mampu melawan virus HPV
  • Podophyllin dan podofilox, untuk meracuni sel-sel penyebab kutil
  • Trichloracetic acid, akan membakar sel-sel kutil

Jika sudah menggunakan tiga jenis obat tersebut, namun kutil tak kunjung hilang. Maka pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan pembedahan atau ablasi. Terdapat empat jenis pembedahan genital warts yang sering digunakan, yakni:

  • Eksisi
  • Elektrocauter, penggunaan alat bedah listrik
  • Pembedahan laser
  • Pembekuan kutil

Agar anda terhindar dari kutil kelamin maka lakukanlah seks dengan aman, dan tidak melakukan seks dengan bergonta-ganti pasangan dan lakukan kunjungan ke klinik untuk pemeriksaan. Bagi wanita, harus sangat hati-hati ketika sudah mengalami kondisi ini. Karena dapat memicu timbulnya sel-sel kanker serviks.