cara menghilangkan bekas gigitan nyamuk
11 Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Dengan Bahan Alami
November 24, 2018
khasiat sambiloto
7 Khasiat Sambiloto yang Berguna Dalam Kehidupan Sehari-Hari
November 26, 2018

Benjolan di payudara kiri, Apakah Berbahaya? Ini 4 Penyebabnya

benjolan di payudara kiri

Benjolan di Payudara Kiri – Benjolan di payudara merupakan sebuah benjolan yang tumbuh di payudara, biasanya berasal dari kelenjar getah bening yang membengkak karena peradangan.

Munculnya benjolan di payudara kiri seringkali membuat sebagian besar wanita cemas. Pasalnya, mereka mengira benjolan pada payudara identik dengan gejala kanker payudara. Padahal, tidak semua benjolan di payudara kiri merupakan kanker.

Baca Juga  Benjolan Di Kelopak Mata, Bisa Jadi itu Kalazion Ini Penyebabnya

Sejumlah penelitian menunjukkan 80% kasus benjolan di payudara kiri bukanlah kanker. Benjolan di payudara bisa muncul karena beberapa kondisi tertentu. Namun, jika Anda menemukan adanya benjolan di payudara kiri, Anda tidak boleh panik.

Kenalilah terlebih dahulu apakah benjolan di payudara kiri Anda adalah benjolan yang bukan tergolong kanker atau benjolan pertanda kanker. Simak ulasan dan tanda – tandanya berikut ini

Penyebab Timbulnya Benjolan di Payudara

benjolan di payudara kiri

Ada beberapa penyebab munculnya benjolan di payudara kiri yang bukan tergolong jenis kanker, diantaranya:

1. Fibrokistik

Fibrokistik merupakan perubahan payudara akibat hormon yang tidak stabil selama periode menstruasi. Perubahan hormon yang terjadi ini menyebabkan munculnya benjolan di payudara yang terasa nyeri. Kondisi ini biasa terjadi tiap sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi berakhir. Jika benjolan masih tetap ada setelah masa menstruasi berakhir sebaiknya Anda memeriksakannya ke dokter.

2. Kista Payudara

Benjolan di payudara kiri bisa terjadi karena adanya kista pada payudara. Benjolan yang disebabkan kista terasa lunak karena di dalam kista tersebut terdapat cairan. Ukuran kista ini bisa membesar pada saat memasuki siklus menstruasi.

3. Infeksi Payudara

Infeksi payudara atau yang dikenal dengan istilah mastitis, seringkali dialami oleh ibu yang sedang menyusui. Infeksi ini memicu timbulnya benjolan payudara dan rasa nyeri.

Infeksi payudara bisa terjadi akibat masuknya bakteri yang ada di permukaan kulit ibu menyusui atau dari bibir bayi yang menyusu ke dalam saluran susu melalui puting payudara. Selain karena bakteri, infeksi payudara juga bisa terjadi karena tertutupnya saluran susu.

Biasanya infeksi ini terjadi karena ibu yang sedang dalam masa menyusui berhenti menyusui, padahal susu di payudaranya belum habis. Sehingga susu yang kembali lagi ke saluran payudara memicu timbulnya infeksi dan benjolan di payudara.

4. Fibroadenoma

Kelebihan kelenjar penghasil susu di sekitar payudara mengakibatkan terjadinya benjolan berbentuk padat yang disebut fibroadenoma. Benjolan ini biasanya tidak menyebabkan nyeri dan bisa bergeser saat ditekan.

Benjolan – benjolan di atas bukan benjolan yang tergolong ke dalam kanker, namun terkadang timbulnya rasa nyeri dari benjolan tersebut dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda mengalaminya, Anda bisa segera menemui dokter untuk berkonsultasi. Umumnya, dokter akan memberikan antibiotik dan juga pereda rasa nyeri.

benjolan di payudara kiri
Benjolan di payudara kiri, Apakah Berbahaya? Ketahui Tanda – Tanda yang Mengarah Pada Kanker

Benjolan yang mengarah pada kanker payudara biasanya terjadi karena sel – sel di dalam jaringan payudara tumbuh secara tidak normal. Pada kanker tahap awal, munculnya benjolan disertai dengan tanda – tanda seperti:

• Payudara mengalami perubahan bentuk

• Berubahnya warna puting

• Warna kulit puting berubah dan berkerut seperti kulit jeruk

• Munculnya rasa nyeri di area sekitar ketiak

• Terkadang payudara juga terasa nyeri

• Muncul benjolan yang tidak terasa nyeri

• Ukuran payudara menjadi berubah

• Puting tertarik ke bagian dalam

Jika Anda menemukan adanya benjolan di bagian payudara Anda, Anda bisa segera menemui dokter untuk berkonsultasi. Untuk memastikan penyebab munculnya benjolan di payudara kiri, umumnya dilakukan tes dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pemeriksaan yang Diperlukan Untuk Mendeteksi Benjolan di Payudara

1. Mamografi

Mamografi merupakan pemeriksaan medis yang digunakan untuk memeriksa kelenjar, lemak serta jaringan dan pembuluh darah di bawah kulit payudara. Tes mamografi biasanya dilakukan pada wanita yang berusia di atas 40 tahun atau wanita menopause, yang payudaranya kurang padat.

Pemeriksaan mamografi dilakukan seperti rontgen dada. Saat melakukan pemeriksaan ini, pasien akan diminta melepaskan pakaian dan aksesori yang dipakai. Kemudian pasien akan diminta memakai pakaian khusus mamografi.

Baca Juga  Benjolan di Belakang Telinga Kanan? Awas 6 Penyakit Ini Bisa Menyerang

2. USG Payudara

USG atau Ultrasonografi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa payudara yang padat. Umumnya pemeriksaan payudara menggunakan USG dilakukan pada wanita yang berusia muda.

USG payudara prosesnya mirip dengan USG kandungan. Pasien yang melakukan pemeriksaan ini akan diminta untuk berbaring dan diberikan gel pada bagian payudaranya. Kemudian transduser akan dijalankan di area payudara untuk mengecek apakah ada tumor atau kista di dalam payudara.

3. Kombinasi Mamografi dan USG

Untuk mendeteksi benjolan yang ada di payudara bisa dilakukan pemeriksaan kombinasi mamografi dan USG. Biasanya pemeriksaan kombinasi ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan tumor yang lebih ganas.

4. MRI

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan setelah ditemukannya kejanggalan pada pemeriksaan USG dan mamografi.

5. Biopsi

Biopsi merupakan metode lanjutan dari pemeriksaan untuk mendeteksi benjolan di payudara, metode ini dilakukan dengan mengambil sampel pada lapisan tertentu di jaringan payudara untuk mengetahui keberadaan sel abnormal.

Artikel Terkait

Nama asli saya Fitria Titik Nurhayati, (Embun.Rinjani) tetapi biasanya saya hanya mencantumkan nama Fitria Titik di profil saya. Saya lahir di Jogja 27 tahun silam dan besar di kota gudeg itu.

Saya mengenyam pendidikan dari SD hingga kuliah di kota ini. Saya pernah bekerja selama 2 tahun di salah satu perusahaan di Kota Batam, setelah itu saya kembali ke Jogja dan bekerja di Jogja hingga saat ini.

Saya memiliki hobi traveling. Sesuai dengan hobi saya, saya suka pergi ke tempat – tempat baru yang belum pernah saya kunjungi. Hobi lain saya yaitu membaca, karena saya merasa dengan membaca saya bisa menambah pengetahuan dan juga mendapatkan informasi – informasi yang update.

Dari kesukaan membaca itu, saya jadi suka menulis. Karena bagi saya, dengan menulis saya bisa berbagi informasi kepada orang lain. Harapan saya tulisan saya bisa bermanfaat untuk orang lain.

Ada salah satu buku yang pernah saya baca, yang menjadi favorit saya. Buku tersebut berjudul “Sang Pemimpi” karangan Andrea Hirata. Di dalam buku tersebut terdapat sebuah kutipan yang selalu saya ingat “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi – mimpi itu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *