penyebab telat haid
Selain Hamil, Inilah 15 Penyebab Telat Haid yang Perlu Diperhatikan
November 28, 2018
manfaat cuka apel untuk wajah
Ini Dia Manfaat Cuka Apel Untuk Wajah yang Paling Kamu Butuhkan
November 28, 2018

Pengertian Penyakit Gerd, Gejala GERD dan Cara Untuk Mengobatinya

penyakit gerd

Penyakit Gerd – Kebanyakan dari kita mengenal penyakit yang berkaitan dengan asam lambung adalah penyakit maag. Padahal, ada lagi penyekit yang berkaitan dengan asam lambung tetapi bukan maag, yaitu Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

Penyakit yang satu ini akan menimbulkan rasa terbakar, tetapi pada leher atau tenggorokan. Sementara itu, maag umumnya menyebabkan rasa sakit di bagian lambung. Hal tersebut karena bagian yang terluka pada kondisi maag adalah lambung, sementara yang terluka pada kondisi GERD adalah tenggorokan atau esofagus.

Baca Juga  Benjolan di Belakang Telinga Kanan? Awas 6 Penyakit Ini Bisa Menyerang

Luka yang terjadi ketika maag terjadi akibat gesekan antar dinding lambung. Sementara itu, luka yang ada pada dinding esofagus terjadi karena iritasi oleh asam lambung yang semestinya tidak ada di situ.

Selain itu, jika maag terjadi karena pasien jarang makan atau memiliki jadwal makan yang buruk, Gastroesophageal Reflux Disease ini terjadi justru bisa karena makanan yang terlalu banyak memicu produksi asam lambung.

Pengertian Penyakit Gerd

penyakit gerd

Tahukah Anda bahwa ternyata Penyakit gerd Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit Penyakit refluks gastroesofagus adalah gangguan saluran pencernaan berupa naiknya asam lambung hingga ke bagian esofagus atau hal ini disebut refluks. Hal tersebut kemudian memicu timbulnya rasa mual dan pada akhirnya muntah. Pada saat asam lambung naik hingga ke tenggorokan, akan timbul rasa panas di dada hingga leher. Hal tersebut terjadi akibat iritasi pada esofagus atau kerongkongan.

Kabar tak baiknya, penyakit gerd ini bisa dialami juga oleh bayi. Apabila bayi sering muntah setelah makan dan menangis (karena rasa terbakar di bagian tenggorokan), maka hal itu bisa saja merupakan GERD.

Baca Juga  Sudahkah Mengenal Ciri Ciri Campak Pada Anak Dengan Benar?

Tanda-tanda lain yang meyakinkan bahwa itu adalah gejala ged (Gastroesophageal Reflux Disease) pada bayi yaitu batuk cukup lama, tersedak, napas berbunyi, dan kolik.

Gastroesophageal Reflux Disease pada bayi terjadi biasanya karena katup belum sempurna dan pemberian makan yang berlebihan sehingga lambung penuh. Perlu dipahami bahwa katup antara esofagus dan lambung pada ayi akan sempurna ketika menginjak usia 5 bulan.

Penanganan Gpenyakit ged tentu lebih baik untuk membawanya ke dokter. Namun, untuk penanganan [ertama atau mencegah timbulnya, Anda bisa memposisikan tegak si bayi sekurang-kurangnya 30 menit setelah makan atau menyusui. Hal tersebut untuk mengupayakan si bayi bersendawa.

Komplikasi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Karena gangguan tubuh ini berada pada saluran pencernaan, maka efek yang ditimbulkan pun cukup merepotkan apabila tidak segera ditangani.

1. Salah satu masalah yang paling sering ditimbulkan oleh penyakit ged adalah munculnya luka pada dindin kerongkongan yang membuat pasien sulit menelan.

2. Luka yang ada di dinding esofagus juga mungkin saja menimbulkan atypical syndrome, yaitu kondisi yang menyerupai asma.

Baca Juga  Apa Itu Terapi Gurah dan Apa Manfaat Gurah Bagi Kesehatan

3. Reaksi yang dilakukan oleh tubuh terhadap luka tersebut juga akan membuat kondisi seperti penyempitan kerongkongan, barretts esophagus atau pendarahan kerongkongan, dan

4. pada tingkat yang lebih parah, bahkan hal tersebut dapat membuat kanker esofagus.

5. Mengganggu pola tidur dan menguras energi

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Menyebabkan Kelelahan

Ketika jumlah asam lambung yang naik ke esofagus terjadi dalam jumlah yang banyak dan sering, maka hal tersebut lama-kelamaan akan mengganggu pola tidur dan menyebabkan tubuh tidak benar-benar istirahat ketika tidur. Efeknya, tubuh tidak akan bugar ketika bangun dan jika berulang maka akan menyebabkan kelelahan.

Selain karena gangguan pola tidur dan istirahat, obat-obatan yang biasa diresepkan untuk pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) juga akan memicu rasa lemas tubuh. Obat-obat yang dimaksud adalah histamin blocker seperti cimetidine, ranitidine, famotidine, nizatidine, dan obat penghambat pompa proton.

penyakit gerd
Penyebab Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Secara teknis, penyebab terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease ini adalah karena kesalahan fungsi dari otot sphincter yang tidak bisa menahan asam lambung.

Otot sphincter sendiri merupakan otot yang melingkar di area perbatasan antara esofagus dan lambung. Otot inilah yang akan mengizinkan makanan masuk dari esofagus ke dalam lambung dan menjaga asam di dalam lambung tidak masuk ke dalam esofagus, dengan cara mengencang dan mengendur.

Namun, apabila fungsi dari otot ini sudah tidak lagi baik, maka yang terjadi justru asam lambung diizinkan naik ke esofagus. Asam lambung tentu akan bereaksi pada dinding esofagus. Jika hal itu sering terjadi, maka timbulah iritasi di bagian esofagus yang menyebabkan radang esofagitis. Nah, kejadian inilah yang disebut GERD.

Faktor Risiko Terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Meskipun penyebab kenapa otot sphincter menjadi tidak optimal bekerja sulit dipahami dengan pasti, namun diklaim ada faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi lebih berisiko terkena Gastroesophageal Reflux Disease ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga  Lakukan 10 Cara Ini Untuk Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi

1. Tidur dengan posisi telentang

2. Obesitas atau memiliki postur tubuh tidak ideal berdasar umur, tinggi, dan berat
3. Terlalu banyak mengonsumsi rokok, alkohol, dan kopi
4. Merasa stres. Stres dalam meningkatkan produksi asam lambung

Mengenali Gejala Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease)

Dalam dunia medis, pengecekkan apakah seseorang terkena Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) ini adalah dengan prosedur endoskopi. Endoskopi adalah prosedur memasukan sebuah alat bernama endoskop yang berbentuk selang fleksibel dengan ujung lampu dan kamera ke dalam tenggorokan. Hal itu dilakukan untuk melihat keadaan esofagus dari pasien.

Pengobatan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Untuk mengobati Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) ini tidak bisa dilakukan dengan satu kali langkah saja, melainkan harus bertahap dan sabar. Anda dapat menerapkan cara-cara berikut ini.

1. Mula-mula perbaiki menu makanan.

a. Gantilah komposisi makanan dengan bahan-bahan yang tidak terlalu asin dan tidak terlalu pedas, serta mengandung minim lemak.

b. Jangan mengonsumsi daging dalam frekuensi sering, dan justru perbanyak buah dan sayur-sayuran.

c. Jangan dulu berbaring setelah makan. Tunggu paling tidak hingga 2 jam untuk membantu otot sphincter menahan asam lambung.

d. Jangan dulu minum kopi, minuman bersoda, dan apalagi alkohol.

e. Hindari makanan dengan bahan keju dan cokelat.

f. Kondisikan tubuh menjadi rileks dan tidak stres.

g. Kontrol berat badan menjadi ideal sesuai umur dan tinggi badan.

2. Setelah makanan sudah diperhatikan tapi tidak membuahkan hasil yang banyak, baru mulailah konsumsi obat. Gunakan obat dengan aturan resep dokter.

Obat-obatan yang disarankan dokter untuk ini biasanya adalah obat anti-sekresi yang memproduksi asam lambung dan obat antasida yang menetralkan asam.

3. Hanya jika cara-cara di atas tidak membuahkan hasil sama sekali, maka operasi adalah cara terakhir yang mungkin ditempuh.

Baca Juga  Selain Diare Inilah 5 Gejala Disentri, dan Cara Pengobatannya

Nah sahabat, itu tadi adalah ulasan mengenai Pengertian mengenai Penyakit gerd, Gejala GERD dan Cara Untuk Mengobatinya GERD dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Kita semua yah

Amry Hidayat

Ini saya, Amry Hidayat. Terima kasih sudah membaca tulisan-tuisan saya, yang semoga tidak membosankan. Jika memang membosankan, tolong dimaklumi selagi saya terus mengasah kemampuan.

Maklumi juga karena saya ini baru anak Mei 1995 kemarin. Gaya saya yang naratif semoga tidak juga mengganggu. Hal itu karena kegiatan yang tidak jauh dari dunia sastra, sampai membuahkan satu buku puisi berjudul Ampre Memper (2015) dan beberapa antologi bersama di tahun selanjutnya.

Kalau bukan itu, palingan bermain-main dengan gambar bergerak di instagram @amryhidayat.

Request atau beri masukan soal penulisan konten melalui amryhidayat.official@gmail.com atau cari saja saya di sekitar perempuan yang tertawa terbahak-bahak. Jangan datangi rumah saya, karena kadang di Jogja kadang di Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *