kedutaan jerman di jakarta
Ini Cara Mengurus Visa Schengen Di Kedutaan Jerman Di Jakarta
September 28, 2018
penyebab biduran
Penyebab Biduran dan Cara Mengatasi Biduran Dengan Mudah
September 28, 2018

Penyebab Cantengan dan Cara Mudah Mengatasinnya

penyebab cantengan

Penyebab Cantengan – Sahabat, apabila Anda mengalami kondisi bagian tubuh bengkak, berwarna merah seperti mengalami peradangan, hingga bernanah terutama di sela-sela kaki dan tangan, bisa jadi itu adalah penyakit cantengan.

Jika sekarang Anda mengalami kondisi tersebut, simak tips dari kami untuk mengobatinya, di bawah ini.

Perlu Anda ketahui bahwa cantengan tidak dapat diobati secara cepat dan tuntas yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu sel kulit memperbaiki dirinya sendiri.

Maka, untuk awalan usahakan kondisi yang nyaman terlebih dahulu. Paling tidak untuk mengurangi rasa sakit yang Anda alami.

Baca Juga  Manfaat Bengkuang Untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin tahu bahwa kebanyakan cantengan terjadi tepat di bawah kuku, walaupun itu tidak selalu. Karena demikian itu, menjadi nyaman jika kuku yang menekan kulit cantengan diberi bantalan.

Untuk bantalan kuku, Anda dapat menggunakan kain perban atau kapas dan ada baiknya jangan menggunakan bahan yang keras dan justru malah akan melukai.

Setelah kondisi bagian yang mengalami cantengan tersebut terasa nyaman, barulah secara rutin dapat Anda berikan pengobatan pada cantengan dengan cara-cara sederhana.

penyebab cantengan

Cara Mudah Mengatasi Cantengan

Selain itu Anda tidak perlu khawatir jika cantengan tidak kunjung sembuh, selama tidak melebar dan berubah penampakan. Terlebih jika kondisi cantengan Anda sudah bernanah, jangan coba untuk memecahkannya karena justru akan membuat luka menganga.

Luka itu lebih rentan terkena banyak bakteri lagi dan cukup diamkan dan tunggu mengempis serta membaik dengan sendirinya.

Untuk menjaga bakteri pada cantengan tidak berkembang, selagi sel jaringan kulit memperbaiki diri, Anda dapat melakukan hal-hal yang dapat membunuh bakteri.

– Latutan air garam

Salah satunya adalah dengan merendam bagian cantengan ke dalam larutan air hangat dan garam epsom.

Perlu Kita ketahui bahwa garam adalah zat yang dapat membunuh kuman dan bakteri serta mengurangi iritasi. Selain itu, air hangat bermanfaat untuk relaksasi agar tidak terlalu sakit dan perih ketika luka bertemu garam.

– Menggunakan salep

Selain larutan garam, penting bagi Anda untuk rutin memberi salep atau obat antibiotik pada bagian yang terkena cantengan, juga bagian di sekitarnya.

Kita tahu bahwa cantengan terjadi karena bakteri. Usahakan bakteri tersebut mati dan tidak menyebar ke bagian lain, seperti sela-sela jari.

Khusus bagi Anda yang punya alergi atau harus menghindari obat antibiotik kimia, Anda dapat menggunakan bahan alami untuk mencegah bakteri berkembang, seperti minyak pohon teh, cuka sari apel, air lemon, atau pun hidrogen peroksida. Intinya adalah harus melindungi bagian yang cantengan tersebut dari kondisi yang memungkinkan kuman makin merajalela.

Baca Juga  Mengenal dan Tahu Khasiat Terong Belanda

Selama usaha pengobatan atau mencegah bakteri berkembang tersebut, pastikan bagian yang terkena cantengan tidak mendapat kondisi yang lembab dan sering beri udara terbuka.

Nah, itu tadi adalah cara sederhana yang ampuh untuk mengatasu cantengan. Selanjutnya, Anda harus berhati-hati dengan penyebab cantengan karena penyakit ini dapat berulang sewaktu-waktu.

penyebab cantengan
Apakah Penyebab Cantengan?

Walaupun begitu, cantengan tidak ada hubungannya dengan genetik. Ini hanyalah penyakit fisik yang ringan dan agar Anda terhindar atau tidak mengalami sakit cantengan lagi, Anda harus mengetahui penyebab cantengan yang mungkin Anda alami

Sebenarnya, sejauh ini tidak ada kajian ilmiah yang dapat mengungkap penyebab cantengan. Apabila Anda berobat ke dokter mengenai masalah ini, biasanya dokter hanya akan menyerankan untuk mencuci cantengan tersebut dengan alkohol atau antisepsik.

Jika ada rasa sakit yang tidak biasa, barulah dokter akan memberi suntikan pereda rasa sakit atau merontgen untuk melihat apakah terjadi gangguan pada tulang atau tidak.

Artinya, cantengan memang bukan penyakit khusus. Cantengan hanya penyakit karena bakteri yang penyebabnya bisa dari apa saja. Namun, kami memiliki rangkuman yang berasal dari orang-orang yang kerap mengalami cantengan.

Hal ini dapat Anda jadikan sebagai catatan untuk dihindari atau diperhatikan supaya tidak terkena cantengan dan berikut ini kami sajikan untuk Anda:

– Seringkali terkena air

Tahukah Anda bahwa dalam kebanyakan orang yang mengalami cantengan adalah orang yang biasa beraktivitas di tempat lembab atau bahkan tergenang air.

Hal tersebut membuat jaringan kulit menjadi rapuh. Anda bisa melihat gejala kulit yang merapuh itu dari warnanya yang memucat atau orang biasa menyebutnya kulit mati.

Baca Juga  Jangan Dibuang, Ini Cara Memutihkan Gigi dengan Kulit Pisang

Dalam kondisi tersebut, kulit menjadi lebih rentan terkena luka. Bahkan gesekan kecil akan menjadi ancaman serius dan jadi penyebab cantengan.

– Karena Luka dan bakteri

Dengan kondisi kulit rapuh dan terkena gesekan kecil tadi maka kulit menjadi terluka. Pada luka itu akan dihinggapi bakteri atau kuman yang ada bersama air. Nah, pada momen inilah sebenarnya cantengan mulai terjadi

Anda mungkin bisa melindungi kaki atau tangan dari gesekan berat, namun rupanya tekanan kuku pada kulit di sekitasnya saja sudah dapat menciptakan luka. Ini adalah penyebab cantengan yang terjadi tepat di bawah tepi kuku.

– Karena

Selain karena luka, tekanan pada kulit yang rapuh karena sering terkena air juga dapat menjadi penyebab cantengan. Misalnya kasus ini kita asumsikan terjadi pada tangan. Dalam kondisi kering, telapak tangan yang mengalami tekanan terlalu sering akan membentuk kelainan yang disebut kapalan.

Namun, dalam kondisi tangan basah dan terus lembab, kapalan tersebut akan berubah menjadi cantengan. Hal tersebut karena terpisahnya kulit lapisan luar dan kulit bagian dalam sehingga ada ruang untuk bakteri berkembang. Nanah kemudian muncul di sana sebagai tanda infeksi.

Hal tersebut menjadi catatan penting bagi Anda yang biasa menggunakan sepatu boot dan sarung tangan karet.

Sepatu boot tidak selalu pas pada kaki Anda sehingga memungkinkan terjadi gesekan dan tekanan. Selain itu, kebanyakan sepatu boot tidak memiliki lobang udara sehingga membuat kaki lembab walaupun beraktivitas di lingkungan yang kering. Lebih fatal apabila kebersihan sepatu boot tidak terjaga dengan baik.

Cantengan bukan hanya dialami oleh seseorang yang berada di lingkungan lembab kotor, tetapi juga lingkungan bersih sekali pun. Misalnya pada orang-orang yang kerap bersentuhan dengan air bersabun seperti pekerja rumah tangga, petugas pencuci kendaraan, atau yang lainnya.

Hal tersebut membuktikan bahwa cantengan tidak identik dengan lingkungan kotor. Kesehatan kulit dalam hal imunitas juga mungkin menjadi penyebab cantengan. Kulit yang mati karena terkena bahan kimia dapat mudah terkena bakteri sehingga memicu infeksi.

Baca Juga  Tidak Sekedar Tanaman Liar, Inilah Manfaat Enceng Gondok

Setelah mengetahui penyebab umum rata-rata orang mengalami cantengan tersebut, baik untuk Anda melakukan hal-hal yang menghindarkan dari cantengan, seperti menggunakan alas kaki yang cukup longgar sehingga jari kaki tidak saling bergesekan, menggunting kuku agar tidak menekan kulit di bawahnya

Dan selalu mencuci tangan atau kaki setelah terkena cairan yang tidak lazim seperti bahan keras seperti sabun cuci kendaraan atau bahan kotor mengandung bakteri. Anda juga harus memperhatikan apakah kulit Anda mengalami alergi pada sabun tertentu.

Nah, sahabat, dari penjelasan tersebut dapat kita pahami bahwa faktor utama dari penyebab cantengan adalah kerapuhan kulit yang umumnya disebabkan lingkungan lembab. Untuk itu, beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah cantengan adalah menghindari tempat lembab serta menjaga kesehatan kulit seperti cukup mengkonsumsi vitamin E. Selain itu, biasakan mengeringkan tangan atau kaki setelah mencucinya sampai bersih.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *