gejala tipes pada orang dewasa
Waspada, Inilah 13 Gejala Tipes Pada Orang Dewasa
September 12, 2018
4 Cara Memerahkan Bibir Dengan Madu, Good Bye Bibir Hitam
September 12, 2018

9 Hal Penting, Mengapa Vaksin Difteri untuk Dewasa Diberikan

vaksin difteri untuk dewasa

Vaksin Difteri untuk Dewasa – Pasti anda bertanya-tanya mengapa orang dewasa perlu mendapat vaksin difteri. Bukankah vaksin difteri hanya dikhususkan untuk anak-anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri menghimbau orang dewasa yang tinggal disekitar penderita difteri untuk sccara mandiri mendapatkan vaksinasi di pusat kesehatan terdekat.

Sementara untuk anak-anak usia 1-19 tahun diwajibkan mendapatkan imunisasi dari program vaksinasi langsung Pemerintah Indonesia.

Mengapa vaksinasi difteri perlu diberikan kepada anak anak dan orang dewasa? Ternyata karena penularan penyakit difteri sangat mudah. Difteri disebarkan melalui udara ketika penderita sedang batuk, flu atau bersin-bersin.

Baca Juga  Gejala, Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Tibi

Orang sehat yang terpapar penyakit difteri akan mengalami gangguan pernafasan, gangguan saraf atau kelumpuhan, kemungkinan gagal jantung dan bahkan berujung pada kematian.

Vaksinasi diberikan di tubuh manusia agar timbul kekebalan melawan penyakit difteri dan pada anak-anak diberikan sejak usia bayi 2, 3, atau 4 bulan direkomendasikan wajib mendapat vaksin sesuai anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia. Termasuk vaksin difteri.

vaksin difteri untuk dewasa

9 Hal Penting, Mengapa Vaksin Difteri untuk Dewasa Diberikan

Sementara bagi orang dewasa, beberapa hal penting mesti diperhatikan. Jika anda termasuk ke dalam kategori di bawah ini. Berarti anda dianjurkan mendapat vaksin difteri untuk orang dewasa:

1. Orang dewasa yang belum pernah sama sekali menerima vaksinasi difteri

Jika rekam medis anda sejak usia balita belum pernah mendapat vaksinasi difteri. Anda dianjurkan segera memvaksin diri dan menghubungi pusat layanan kesehatan terdekat.

2.Orang dewasa yang lupa dengan catatan rekam medisnya

Walaupun anda lupa apakah pernah divaksin atau tidak. Anda dianjurkan untuk menghubungi pusat layanan kesehatan untuk memastikan mendapat vaksinasi lanjutan. Atau mendapat arahan khusus dari dokter.

3.Tenaga kesehatan yang sehari-hari berhubungan dengan penderita difteri

Selain tenaga kesehatan, tenaga masyarakat seperti pekerja sosial, pendamping lansia dan bahkan relawan sosial yang berhubungan dengan penderita difteri dipastikan telah mendapat vaksinasi. Karena penyebaran penyakit difteri yang mudah melalui udara membuat tenaga masyarakat berpotensi terkena.

Baca Juga  Cara Membuat Infused Water Lemon Beserta Kombinasinya

4.Orang dewasa yang merawat balita dan bayi

Balita dan bayi sangat rentan terpapar segala jenis virus dan bakteri, apalagi difteri. Jika balita dan bayi terkena difteri. Penularan tercepat akan mengenai orang dewasa disekitarnya. Jadi pastikan balita atau bayi anda sudah mendapat vaksin difteri. Serta orang-orang dewasa yang berada di sekitarnya.

5. Orang dewasa yang hidup serumah, satu atap, bergaul, berdiskusi dan berteman dekat dengan penderita difteri

Dianjurkan untuk mendapat vaksin difteri. Kategori orang ini termasuk yang pernah bersentuhan, menggunakan alat makan bersama, atau alat mandi bersama. Karena potensi penyebarannya, maka anda dianjurkan segera mendapat vaksinasi difteri.

vaksin difteri untuk dewasa

6.Orang dewasa yang sehabis mengunjungi/bezuk penderita difteri di rumah sakit/puskesmas.

Hal sepele seperti ini biasanya luput. Cobalah untuk mengingat-ingat apakah anda pernah mengunjungi/membezuk penderita difteri di rumah sakit.

7.Orang dewasa yang melakukan perjalanan mengunjungi atau melewati daerah penderita difteri

Bagi anda dengan pekerjaan jurnalis, wartawan, traveler atau pengusaha yang sering berpergian. Pastikan daerah yang anda lalui aman dari pendeirta difteri. Jika ternyata melewati daerah penderita difteri. Pastikan anda telah mendapat vaksin difteri untuk dewasa.

8.Calon ibu yang merencanakan kehamilan

Calon ibu yang nantinya akan mengandung buah hati. Dianjurkan untuk melakukan vaksin difteri. Sehingga janin yang dikandungnya nanti akan aman dari paparan penyakit difteri.

9.Ibu Hamil

Pada ibu hamil sebagai orang dewasa juga dianjurkan memeriksakan diri ke dokter terkait penyakit difteri. Konsultasikan dengan dokter anda apakah anda perlu mendapat booster vaksin difteri selama kehamilan untuk menghindari penyakit difteri.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Vaksin Difteri Untuk Dewasa Diberikan?

Setelah proses pemberian vaksin. Anda disarankan untuk merawat rekam medis yang diberikan dokter dan Konsultasikan dengan dokter apabila terjadi alergi terhadap vaksin atau reaksi tubuh yang terlihat setelah divaksin. Jika anda orang dewasa masih berpikir vaksinasi tidak perlu karena tubuh terlihat sehat.

Baca Juga  Waspada, Inilah 13 Gejala Tipes Pada Orang Dewasa

Justru penolakan terhadap vaksinasi akan menyebabkan tubuh rentan terhadap serangan penyakit. Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia bahkan menganjurkan untuk memberikan vaksin ulangan 10 tahun sekali untuk menghindari paparan difteri pada orang dewasa. Apalagi selama kurun 2000-2015, WHO telah mencatat Indonesia menjadi negara 10 besar penyebaran difteri terbesar di dunia.

Anda masih ragu dengan kehalalan vaksin difteri? jangan ragu karena produsen vaksin Bio farma telah menegaskan bahwa vaksin difteri tidak mengandung zat haram. Apalagi berita terbaru Majelis Ulama Indonesia telah memperbolehkan vaksinasi bagi umat muslim. Jadi tunggu apalagi ayo melakukan vaksin difteri untuk orang dewasa!

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *